Kebudayan Betawi merupakan kelompok budaya yang khas yang secara filosofis merupakan kausa materialis bangsa Indonesia. Kebudayaan Betawi dapat dikatakan sebagai “potret miniature bangsa Indonesia”. Tidak berlebihan bilamana dikatakan bahwa percampuran antar suku, proses akulturasi kebudayaan, penduduk asli Batavia dan daerah-daerah sekitarnya merupakan prototype bangsa Indonesia dewasa ini. Percampuran antar suku berlangsung kurang lebih dua abad lamanya. Dari percampuran antar suku tersebut, terbentuklah suatu tipe masyarakat baru yang kemudian dikenal dengan sebutan kaum Betawi.
Percampuran antar suku tersebut selalu disertai dengan proses akulturasi kebudayaan. Akibatnya, munculah kebudayaan campuran yang kadangkala beberapa unsurnya menunjukan daerah asalnya. Misalnya bahasa Indonesia dialek Betawi. Dialek Betawi merupakan bahasa melayu yang dipengaruhi unsur-unsur bahasa Sunda, Jawa, Bali, Arab, Cina, Portugis, dan Belanda.
Budaya Betawi tidak bisa dilepaskan dari subyek pendukung kebudayaan tersebut yaitu orang Betawi. Suku bangsa lain, misalnya suku Batak, umum nya memiliki sebutan “Batak asli” untuk menyebutkan seorang yang bukan merupakan hasil percampuran dua suku. Bagi orang Betawi sebutan “asli” tidaklah berlaku, sulit mengidentifikasikan keaslian suku Betawi. Mereka merupakan hasil percampuran darah atau proses asimilasi antara penduduk pribumi dengan Jakarta dan suku-suku pendatang.


0 komentar:
Posting Komentar