RSS

BAB 3 & 4 Kelompok-Kelompok Sosial



Kelompok social adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan dan saling dan berinteraksi sehingga mengakibatkan tambahnya rasa kebersamaan dan rasa memiliki.


A. Manusia Sebagai Mahluk Yang Hidup Berkelompok

pada umumnya manusia dilahirkan seorang diri kedunia, namun secara alami merupakan makhluk individu semata, pada dasarnya manusia adalah mahluk yang memiliki naluri untuk hidup bersama dengan manusia-manusia lain, ia juga memiliki hasyat untuk menjadi satu dengan lingkungan alamnya selain karena nalurinya, hal itu juga disebabkan oleh kenyataan bahwa manusia tidak sempurna, ia memiliki sejumlah kelemahan sehingga ioa membutuhkan orang lain. Keterkaitan dan ketergantungan antara manusia satu dan yang lainnyamendorong manusia untukmembentuk kelompok-kelompok masyarakat.


B. Cirri-ciri kelompok social :

a. Memiliki pola interaksi

b. Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok

c. Pihak yang berinteraksi didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota kelompok


C. Macam-macam kelompok social :

1. Klasifikasi Durkheim

Ø Solidaritas mekanik : cirri dari masyarakat yang masih sederhana dan belum mengenal pembagian kerja dan mengutamakan persamaan perilaku dan sikap.

Ø Solidaritas Organik : merupakan bentuk solidaritas yang telah mengenal pembagian kerja, bersifat mengikat sehingga unsure-unsur didalam masyarakat tersebut saling bergantungan.

2. Klasifikasi Ferdinand Tonies

Ø Gamenschaft : kelompok sosial ini merupakan kehidupan bersama yang intim, pribadi, dan eksklusif keterkaitan yang dibawa sejak lahir.

Ø Gesselschaft : merupakan kehidupan public sebagai sekumpulan orang secara kebetulan hadir bersama tetapi masing-masing tetap mandiri dan bersifat mandiri & semu.

3. Klasifikasi Charles H.Colley & Ellsworth

Ø Charles H.Colley : kelompok ini ditandai dengan pergaulan dan kerja sama tetap.

Ø Ellsworth : didalam masyarakat terdapat kelompok sekunder yang formal tidak pribadi dan berciri kelembagaan.

4. Klasifikasi W.G. Summer

Ø Dalam masyarakat primitive yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil dan besar di suatu wilayah terdapat pembentukan jenis kelompok yaitu kelompok dalam (in group) dan kelompok luar (out group).

5. Klasifikasi Soerjono Soekanto

Ø Besar kecilnya jumblah anggota

Ø Kepentingan wilayah

Ø Derajat organisasi & interaksi sosial

Ø Kesadaran terhadap jenis yang sama

Ø Hubungan sosial


D. Kelompok Sosial Tidak Teratur

Jenis-jenisnya: Kerumunan (crowd) adalah individu-individun yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan pada waktu yang bersamaan Macam-macam kerumunan:

• Kerumunan yang bersifat sementara

• Kerumuan yang berartikulasi dengan struktural sosial

• Kerumunan yang berlawanan dengan moral-moral hukum

Kelompok Sosial Tidak Teratur Jenis-jenisnya:

Ø Publik Adalah orang-orang yang berkumpul yang mempunyai kesamaan kepentingan.

Bentuk-bentuk Kelompok Sosia Solidaritas mekanik dan Solidaritas organik Menurut Durkheim, solidaritas mekanik adalah pengutamaan dalam persamaan sikap dan perilaku dan seluruh warga masyarakat diikat oleh apa yang dinamakan kesadaran kolektif, hati nurani kolektif yaitu suatu kesadaran bersama yang mencakup keseluruhan kepercayaan dan perasaan kelompok, dan bersifat ekstern serta memaksa. Sedangkan solidaritas organik merupakan bentuk solidaritas yang mengikat masyarakat kompleks, yakni masyarakat yang telah mengenal pembagian kerja yang rinci dan dipersatukan oleh kesalingtergantungan antarbagian.

Ø Gemainschaft dan gesellschaft.

Gemeinschalft dan Gesellschaft Ferdinand Tonnies mengemukakan tentang hubungan antara individu-individu dalamn kelompok sosial sebagai Gemainschaft dan Gesellschaft. Gemainschaft merupakan kehidupan bersama yang intim, pribadi, dan ekslusif; suatu keterikatan yang dibawa sejak lahir.. Gesellschaft merupakan suatu nama dan gejala baru; bersifat sementara serta semu dan sebagai kehidupan publik yakni sebagai orang yang kebetulan hadir bersama tetapi masing-masing tetap mandiri.

Ø In Group dan Out Group

W.G.Sumner membedakan antara in group dan out group. In Group merupakan kelompok sosial yang dijadikan tempat oleh individu-individunya untuk mengidentifikasikan dirinya. Out Group merupakan kelompok sosial yang oleh individunya diartikan sebagai lawan in Group.

· Membership group dan Reference Group

Menurut Robert K. Merton, kelompok membership merupakan kelompok yang para anggotanya tercatat secara fisik sebagai anggota, sedangkan kelompok reference merupakan kelompok sosial yang dijadikan acuan atau rujukan oleh individu-individu yang tidak tercatat dalam anggota kelompok tersebut untuk membentuk atau mengembangkan kepribadiannya atau dalam berperilaku.


E. Masyarakat Desa & Masyarakat Kota

Definisi Masyarakat Desa :

Menurut Undang-undang No.5 Tahun 1979 Tentang pemerintah daerah Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat hukum, yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah, langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan negara kesatuan Republik Indonesia.

Masyarakat desa memiliki hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam dibandingkan masyarakat Kota. Kepala desa, tokoh masyarakat dan golongan kaum tua lebih dominant berpengaruh dan memegang peranan penting sera menjadi tokoh panutan bagi warga setempat san keputusan – keputusannya sangat mengikat bahkan telah dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari – hari dan menjadi adat setempat.


Rasa persatuan sangat kuat san menimbulkan saling kenal mengenal dan saling tolong menolong atau gotong royong dalam segala hal. Alat komunikasi sangat kurang sehingga komunikasi yang berkembang cenderung sangat sederhana bahkan desas – desus, kasak – kusuk masih menjadi kebiasaan dan sangat cepat diterima oleh masyarakat, meskipun hal itu biasanya dilakukan pasa hal-hal yang mengarah negative.


Definisi Masyarakat Kota

Menurut Prof. Drs. R. Bintarto Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik.

Kehidupan masyarakat Kota, cenderung mengarah individual dan kurang mengenal antara warga yang satu dengan lainnya meskipun tempat tinggalnya berdekatan. Rasa persatuan tolong menolong dan gotong royong mulai pudar dan kepedulian social cenderung berkurang.



Perbedaan masyarakat desa dan masyarakat kota :

1) Masyarakat kota memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Terdapat spesialisasi dari variasi pekerjaan.
b. Penduduknya padat dan bersifat heterogen.
c. Norma-norma yang berlaku tidak terlalu mengikat.
d. Kurangnya kontrol sosial dari masyarakat karena sifat gotong royong mulai menrun.


2) Masyarakat desa memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Jumlah penduduk tidak terlalu padat dan bersifat homogen.
b. Kontrol sosial masih tinggi.
c. Sifat gotong royong masih kuat dan
d. Sifat kekeluargaannya masih ada.


Perbedaan masyarakat Kota dengan masyarakat di desa, misalnya ketika membuat rumah di desa dilakukan dengan gotong royong sedang di Kota pada umumnya dilakukan dengan membayar tukang. Hubungan sosial kemasyarakatan di desa dalam satu desa antara satu RT () atau RW (Rukun Warga) terjadi saling mengenal, sedangkan di Kota sudah mulai hilang hubungan sosial kemasyarakatannya misalnya antara satu RT (Rukun Tetangga) dengan RT yang lainnya pada umumnya tidak saling mengenal.

0 komentar:

Posting Komentar