RSS

Cinta tak pernah Berpihak padaku

Pada tahun Sembilan puluhan aku lahir sebagai seorang gadis biasa yang di lahirkan di dunia ini untuk merasakan kebahagian sekaligus penderitaan yang harus aku jalani dalam kehidupanku dan namaku adalah Riri. Semuanya Berawal dari kehidupanku aku yang selama ini menjalani kehidupan dengan tiada kesempurnaan seakan-akan membawa aku ke dalam dunia yang tidak artinya, Karena yang aku alami dan yang aku rasakan selama ini terasa penuh dengan duri yang selalu mengikutiku kemanapun aku berada. Dan tanpa aku sadari pula duri itu secara perlahan-lahan telah menusuk dan menyeset-nyeset hati dan perasaanku hingga membuat luka yang paling dalam. Mungkinkah bagiku selama ini cinta takan pernah berpihak padaku, memang aku akui bagi diriku sendiri ternyata sulitnya untuk mendapatkan, merasakan adanya cinta dan kasih sayang yang tulus dari seseorang, Namun untuk mencintai diri sendiripun bagiku cukup sangat sulit. Mungkinkah tanpa kita sadari bahwa orang lainpun juga ingin mendapatkan, merasakan sebuah cinta dan kasih sayang dari kita. Mungkin Itulah sebabnya mengapa merekapun sulit untuk memberikan cinta dan kasih sayangnya yang tulus untuk kita.

“Mengapa harus Aku yang terlahir di dunia ini sebagai insan yang harus tidak pernah merasakan adanya cinta dan kasih sayang yang tulus dari seseorang, mengapa harus aku yang selalu tersiksa karena cinta”. Tetapi entah mengapa dengan mudahnya mereka semua telah mengabaikan dan mempermainkan perasaanku dia menganggap aku ini sebagai manusia yang tak pernah berarti di mata mereka semua. Padahal selama ini aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi meraka semua, tapi mangapa mereka tak pernah menyadari semua pengorbanan yang telah kuberikan untuknya. Aku yang selama ini selalu mencari tempat untuk mencurahkan semua isi hatiku, dimana hatiku bisa singgah ditempat yang pantas untuk merasakan kasih sayang. Aku yang selalu mencoba untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari siapapun, dimana yang selalu kuharapkan dia datang dari seseorang yang pantas untukku yang bisa menemani hari-hariku disaat kondisi apapun.

Awalnya aku mencari kasih sayang itu dari keluargaku sendiri, namun itu semua sangat tidak adil bagiku untuk mendapatkannya. Hal yang pertama sekali kuharapkan adalah kasih sayang dari seorang ibu, namun ibuku lebih sayang dan perhatian terhadap kakak perempunku. Sekarang aku ingin Tanya “apa bedanya bu aku dengan kakak sehingga kau memperlakukannya tidak adil terhadap kami berdua, padahal kita sama-sama anak perempuan yang telah kau lahirkan tapi mengapa kau tidak memperlakukan kami dengan adil memberikan kasih sayangmu terhadap kami berdua katakan bu salahku apa selama ini? Sampai kau tak pernah memperdulikan diriku.

Pada suatu waktu aku sedang sakit tak seorang pun dirumahku yang memperdulikan aku padahal saat itu aku sangat butuh pertolongan dari keluargaku. Dari kecil sebenarnya aku udah pernah merasakan sakit ini berulang-ulang kali bahkan hampir setiap hari aku rasakan. Tetapi mengapa setiap kali aku sakit keluargaku selalu menganggap remeh penyakitku ini. Mereka anggap sakit yang aku rasakan dibuat-buat, semata-mata aku ingin mendapatkan perhatian yang tidak begitu penting bagi mereka semua, Padahal aku hanya butuh bantuan mereka untuk menyembuhkan penyakitku ini. Tapi waktu itu aku sempat sedih saat meliahat kakakku sedang sakit ibuku sangat perhatian kepadanya. Dari mulai makan disuapin, minum obat dibantuin, pokoknya dengan segala upaya ibuku melakukannya untuk kakakku. Lain halnya waktu aku sakit aku makan sendiri, minum obat, sendiri merasakan kesakitan sendiri semuanya aku lakukan dengan sendiri.

Apakah aku salah jika aku ingin merasakan perhatian dari seorang ibu seperti yang didapatkan oleh kakakku, aku ingin diperhatikan seperti halnya yang ibuku lakukan untuk kakakku. Tapi kenapa aku tidak diperlakukan seperti anak kandung mengapa aku diperlakukan tidak adil oleh keluargaku. Padahal aku tidak pernah mengharapkan sesuatu yang mewah dari mereka, tetapi yang aku harapkan hanyalah kasih sayang dari mereka semua. Yang aku inginkan dan yang ku butuhkan hanya sekedar kasih sayang dari seorang ibu dan keluargaku saja itupun sudah cukup, karena mereka selalu ada disekelilingku tiap hari. Tapi rasanya itu tak pernah mungkin untuk aku mendapatkannya.

Trerkadang aku sempat berfikir “apakah aku ini bukan anak kandung dari keluargaku”, “apakah aku ini anak yang terbuang dari keluarga lain”. “Apakah aku ini salah menempatkan posisi aku sebagai seorang anak dikeluargaku”. Sehingga aku tak pernah pantas untuk mendapatkan kasih sayang itu dari mereka (keluargaku). Tapi gak mungkin kalau aku bukan anak kandung dari keluargaku soalnya semua bukti ada mengarah padaku kalau setatus aku ini adalah setatus anak kandung dari keluargaku. Tapi kenapa mereka semua tega memperlakukan aku dengan tidak adil, mereka tidak pernah peduli terhadapku. Mereka tak peduli meskipun aku sakit parah sampai nafasku diujung tandukpun mungkin mereka takkan pernah peduli lagi dan masa bodoh dengan hidupku.

Terkadang akupun ingin mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah namun itupun masih belum aku dapatkan. Karena aku jarang sekali selalu bersama dengan ayahku, ayah selalu tidak ada waktu untuk berkumpul dengan kami, karena ayahku selalu sibuk dengan pekerjaannya. Ayahku selalu pulang malam, ketika aku sudah tidur dia baru datang dan ketika aku bangun lagi, ayahku sudah berangkat lagi untuk bekerja. Meskipun aku merasakan kepedihan dalam kehidupan ini untuk mendapatkan kasih sayang tapi aku tetap selalu berusaha dan tak ada bosannya untuk mendapatkan kasih sayang dari mereka.

Meskipun aku menjalani hidup ini dengan kehampaan dalam jiwa, aku selalu berusaha tuk bisa ceria dan penuh semangat didepan mereka semua dengan tidak menunjukkan rasa sakit yang aku alami meskipun tanpa mereka sadari bahwa mereka yang telah menyakitiku selama ini. Meskipun mereka selalu menyakiti hati dan perasaanku tapi aku selalu berusaha takkan pernah sedikitpun tuk menyakiti peresaan mereka semua. Setiap kali aku berdoa aku selalu bilang “Tuhan aku selalu yakin suatu saat nanti mereka kan sadar bahwa begitu besarnya rasa kasih sayang aku tuk mereka semua hingga suatu saat nanti pula meraka juga kan menyayangiku”. Sebenarnya aku yakin bahwa mereka semua menyayangiku Mungkin mereka semua menyayangiku dari dalam hatinya aku selalu beranggapan seperti itu walaupun mereka semua berlakuan tak pernah adil terhadapku, mungkin ada sisilain kenapa meraka tidak begitu memperliahatkan rasa kasih sayangnya terhadapku mungkin saja supaya kelak nanti aku tidak menjadi seorang gadis yang manja.

Hari memang begitu sangat cepat ketika tiap kali ku perhatikan detiknya waktu yang berputar seiring arah mata angin dan bergantinya hari yang begitu sangat singkat, hingga aku tak mampu lagi untuk menghentikan semuanya ini dari kehidupannku hingga sangat sulit sekali bagiku untuk memperbaiki semuanya dari awal. Biarlah waktu terus berlalu, siang jadi malam hingga malam pun jadi siang tapi takkan pernah ada hentinya usahaku untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang dari seseorang yang sangat berarti disepanjang hari-hariku.

0 komentar:

Posting Komentar